Liburan, Refreshing atau Healing untuk Ibu?
Liburan, refreshing atau healing untuk Ibu? Dari awal aku berangkat liburan ke Singapura 2 minggu yang lalu, aku niat banget untuk menulis ini. Soalnya sebelum pergi, ada temanku yang bertanya, โMau healing ya ke Singapore?โ Hmmm, aku juga ingin tahu, sih, bagaimana diriku sendiri menilai liburan kali ini. Refreshing atau healing? Yuk, lanjut baca.
Salah satu yang membuatku bahagia setelah liburan, adalah celanaku yang longgar. Iya, longgar! Padahal di sana tuh makan terus, kok ya bisa-bisanya pulang liburan malah mendapati ada yang berubah sama perutku. Yaaa, meskipun masih ada sedikit sisa-sisa stretch mark di sana. LOL. Kalau kata temanku, masalah yang satu itu bisa diatasi dengan Stretch Mark Serum Essence GabaG Beauty yang merupakan skincare yang aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Apa benar begitu, Buibu? Coba nanti kita buktikan.
So, here I make a list, apa saja yang membuatku senang selama liburan. Dengan begitu aku jadi bisa tahu apakah manfaat yang kudapat dari pergi berlibur, tanpa suami dan anak. Dan benarkan aku healing seperti yang dikatakan temanku?
Cuti Mengurus Rumah
Dari usia remaja, aku tuh sudah biasa yang namanya mengurus rumah. Sudah jadi tugasku sehari-hari. Pernah pakai asisten rumah tangga saat aku sudah mulai punya penghasilan. Tapi, sebelum anakku lahir, ART-ku malah resign. Sehingga aku menjalani peranku sebagai ibu hamil kemudian jadi ibu menyusui sambil mengurus rumah. Belum pernah pakai jadi ART lagi sampai sekarang. Jadi, bisa libur mengurus rumah adalah sesuatu yang mewah bagiku. Mustahil cuti menyandang predikat ibu (dan aku nggak mau itu), tapi bisa cuti mengurus rumah, kan istimewa, yaaa. Dan aku senang sekali ๐.
Interaksi dengan Teman
Selama menjadi ibu, apalagi aku stay at home mother, interaksiku sehari-hari kebanyakan dengan anak. Ngobrol sama anak, nonton sama anak, main dan jalan-jalan sama anak dan banyak hal kulakukan bersama anakku. Jadi, sesekali berinteraksi, ngobrol dan main dengan teman adalah sebuah penyegaran buatku. Bisa menambah wawasan dan networking.
Aku liburan berdua dengan temanku. Bayangkan, aku jadi bisa bahas hal-hal yang dewasa seperti skincare, makeup, fashion, relationship, gaya hidup dan sebagainya dengan temanku itu. Topik yang nggak bisa aku bahas dengan anakku. Haha.

Membeli Pengalaman
Kalau sebelumnya aku ke Singapura tuh tertarik banget untuk foto-foto di mana pun aku berpijak, atau beli banyak oleh-oleh untuk keluarga, kali ini aku mencoba sesuatu yang baru. Ternyata aku bisa belajar budaya dan sejarah Singapura dari kegiatan tur naik sepeda keliling Marina Bay Sands dan Kayaking di Pulau Ubin. Keduanya memiliki tarif yang nggak murah. Tapi aku sangat menikmatinya dan bersyukur telah membeli semua pengalaman ini.

Suami dan Anak Pengertian adalah Rezeki
Setiap mau bepergian tanpa suami dan anak, apalagi sampai beberapa hari, suamiku selalu berpesan agar aku nggak perlu khawatir terhadap mereka. Aku harus yakin bahwa semua akan berjalan seperti biasanya. Kemarin itu suamiku ambil cuti panjang, demi bisa melepasku liburan dan sekaligus bisa mengurus anak dan rumah kami. Malah dia nggak sabar pengin aku segera pergi liburan, supaya bisa segera menikmati cutinya itu. Haha.
Anakku pun sama pengertiannya. Dia berdoโa semoga aku baik-baik saja selama berlibur. Malah aku disuruh perginya 10 hari aja, katanya dia pengin belajar mandiri tanpa mami. Hahaha. Melihat bagaimana mereka begitu pengertian dan mendukungku, aku tuh bersyukur banget. Insya Allah aku pulang liburan bisa kembali mencurahkan cinta kasihku pada mereka.
Dirindukan Anak dan Suami
Awalnya sih nyuruh aku perginya 10 hari aja. Tapi baru sehari ditinggal, suamiku laporan. Anakku bilang, โKangen sama mami.โ Suamiku juga ikut-ikutan bilang kangen. Haha. Awalnya aku merasa โAh, ini mah kangen aja kali sama yang biasanya rumah ada yang ngurusin terus sekarang nggak ada.โ Tapi pas aku pulang, mereka tuh benar-benar menunjukkan betapa rindunya mereka sama diriku. Hihi. Alhamdulillah. Senang bisa dirindukan kayak gini ๐๐
Kangen Rumah
Bukan cuma mereka, kok. Aku juga kangen sekali sama mereka berdua. Aku pernah nahan nangis waktu anakku video call. Sedihnya tuh karena liburan ini menyenangkan sekali. I wish you were here, gitu lhooo. Dan tentu saja aku kangen rumah. Sesekali aku ngecek kamera CCTV, hanya untuk melihat teras rumah dan kura-kura yang ada di halaman. Aku bersyukur masih merindukan rumahku yang kecil dan sederhana itu. Aku merasa sejauh apa pun aku pergi, rumah ini akan selalu menerimaku kembali. Uh, mellow.
Sehat dengan Banyak Bergerak
Jadi, selama di sana tuh aku banyak banget bergerak. Nggak heran ya kalau liburan banyak jalan kaki, tapi aku malah nambah-nambahin dengan berenang dan nyobain alat fitnes fasilitas umum di sebuah apartemen yang aku lewati sore-sore. Selain itu, seperti yang tadi sudah kubilang, aku ada tur bersepeda dan Kayak juga. Apa nggak bergerak terus tuh aku? Haha. Bukan cuma celanaku aja yang jadi longgar. Pikiran juga ikutan lega, gitu. Alhamdulillah banget, aku jadi merasa makin sehat luar dalam.
Jadi, apakah ini refreshing atau healing? Kesimpulanku adalah liburan ini ternyata untuk refreshing, bukan healing. Semua yang kulakukan memberikan manfaat penyegaran. Dapat pengalaman baru, menemukan destinasi wisata dan wawasan baru, semangat dan energiku juga baru. Selain itu, aku seperti punya perasaan yang baru, yaitu rasa syukur yang terus baru lagi dan lagi. Jadi, memang lebih tepat dibilang refreshing, ya. Sementara bagiku, healing adalah proses penyembuhan luka pada batin, yang nggak bisa dilakukan sendiri. Butuh dukungan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.

Sejak punya anak, aku lumayan sering bepergian sendiri untuk refreshing. Alhamdulillah suamiku mengizinkan selama kegiatannya bermanfaat. Katanya, itu adalah rezeki untukku. Uuunnch, makasih sayang. Luuuv. Aku menyadari memang tidak mudah menjalani peran sebagai ibu. Tapi aku nggak mau menutup mata bahwa diriku ini istimewa. Meskipun harus melalui berbagai momen sulit dan melelahkan, tapi rasanya aku punya segala cara untuk membuat diriku nyaman. Buibu, merasakan hal yang sama nggak, sih?
Terus, perempuan tuh kayak ada aja idenya meski dalam keadaan terdesak. Sambil menyusui anak bisa aja gitu sambil scroll marketplace, cari-cari sesuatu yang bikin mood balik. Ya makanan, baju, skincare, dan lain-lain. Bukan mau memboros-boroskan uang, bukaaan. Tapi memang mau beli kebutuhan aja. Salah satunya kebutuhan produk perawatan kulit, misalnya produk yang bisa memudarkan stretch mark.
Stretch mark adalah guratan halus pada kulit di bagian tubuh yang pernah mengalami perubahan fisik, misalnya karena kehamilan. Umumnya stretch mark muncul di bagian perut, paha, pinggul, bokong dan payudara. Stretch mark sebenarnya bisa dicegah, tapi kalau sudah terlanjur terjadi kita bisa memudarkannya. Salah satu produk yang direkomendasikan oleh para ibu-ibu di grup Whatsapp adalah Stretch Mark Serum Essence GabaG Beauty yang mengandung Shea Butter, Avocado Oil, dan high Vitamin E. Pastinya produk ini sudah terdaftar di BPOM dan juga bersertifikat halal.

Karena Stretch Mark Serum GabaG ini aman untuk ibu hamil dan menyusui, bagi Buibu yang sedang hamil bisa langsung saja pakai di kulit perut, paha dan payudara untuk mencegah terjadinya stretch mark. Bahkan ini aman juga digunakan oleh remaja, lho. Efek dari pemakaian secara teratur adalah kulit menjadi lembab sehingga mampu mencegah stretch mark dan lebih cepat meregenerasi kulit karena dilengkapi dengan DERMAROLLER yang berfungsi untuk merangsang kolagen pada kulit . Formula ESSENCE SERUM-nya dapat memudarkan stretchmark dalam 28 hari.

Buibu bisa beli Stretch Mark Serum Essence GabaG Beauty di websitenya GabaG Indonesia, ya.

Aku berharap semua ibu-ibu bisa memiliki waktu untuk merawat dirinya. Jika memungkingkan, bisa menikmati liburan kayak aku kemarin untuk refreshing. Semoga ada rezeki, waktu dan izin dari suaminya ya, Bu.
Salam sehat lahir dan batin ๐
Baca juga : Aktivitas Renang dan Solusi Mata Kering