fbpx
membesarkan anak tangguh
Family & Parenting / Film

Membesarkan Anak Tangguh, Inspirasi dari Hubungan Ayah dan Anak di Drama Typhoon Family

Buatku, hidup adalah perjalanan menembus berbagai musim dengan cuaca yang tak menentu. Kita mungkin punya tujuan, tapi kita nggak tahu tantangan apa yang menunggu di depan. Bagi orang tua, yang sering kali dipikirkan adalah, seberapa keras kita harus mendidik untuk membesarkan anak tangguh? Apakah kita sudah cukup mempersiapkan, agar di kemudian hari anak mampu bertahan menghadapi tantangan di segala cuaca? Belum lagi ujian mendadak yang siap datang kapan pun, tanpa memandang musim.

Kalau kalian pernah nonton drama Korea berjudul Typhoon Family, ujian itu juga datang di keluarga ini. Seorang ayah yang merupakan CEO dari perusahaan trading, tiba-tiba kena serangan jantung dan meninggal dunia dengan segera. Menyisakan seorang istri dan anak laki-laki yang punya bekal minim soal menghadapi kejamnya persaingan bisnis dan belum tahu caranya dunia ini bekerja.

Kang Tae Poong adalah anak muda itu. Sewaktu orang tuanya masih berjaya, ia hanya bisa party haha-hihi. Ekspektasiku terhadap bocah tengil ini adalah ia akan jatuh, tapi nanti akan bangkit, entah proses apa yang akan dilewatinya. Scene dia bersama ayahnya sedikit sekali, tahu-tahu ayahnya meninggal. Aku aja yang cuma penonton merasa kaget dan sedih, gimana Tae Poong dan ibunya, coba? Anyway, bagiku Tae Poong hanyalah anak manja yang suka bikin orang tuanya susah kalau dia lagi kena masalah. Contohnya, Tae Poong dibawa ke kantor polisi karena berantem sama Hyeon Jun. Ayah Tae Poong marah dan menamparnya di sana. Malamnya Tae Poong nggak pulang ke rumah. Dia pergi ke sebuah tempat untuk curhat. Ternyata dia curhat sama tanaman. Ampun, deh!

Harapan Lebih Kuat dari Tekanan

Buat yang belum nonton dramanya, kalian percaya nggak sih kalau Tae Poong berusaha mengembalikan bisnis ayahnya di Typhoon Trading, tapi selalu gagal bahkan sampai episode 15? Padahal keseluruhan ceritanya 16 episode, loh! Bisa-bisanya kegagalan itu lanjut terus sampai akhir. Tapi melihat Tae Poong jungkir balik berusaha dengan segala cara di tengah krisis ekonomi tahun 1997-1998, aku mana tega untuk berhenti nonton. Meskipun sempat capek, lelah lahir batin di episode 8, kenapa kok hari indah itu tak kunjung datang???

Tapi yang harus kalian percaya adalah, Tae Poong ternyata anak yang tangguh. Bisa sekuat dan setangguh itu, karena didikan ayahnya. Bukan didikan a la VOC, loh. Ayahnya justru mengajarkan bahwa hidup ini bagaikan taman yang penuh bunga dan buah. Sehingga Tae Poong tumbuh dengan keyakinan bahwa tantangan yang ada di depannya adalah peluang, bukan ancaman. Yang ia lihat dari sebuah proses meski selalu gagal, adalah keindahan, bukan kepahitan.

membesarkan anak tangguh

Episode demi episode akhirnya terbuka juga tabir hubungan Tae Poong dengan ayahnya. Ayah selalu support apa pun yang ingin dilakukan anaknya. Bahkan ayah tahu kalau Tae Poong suka bunga dan sudah mempersiapkan tabungan jika Tae Poong ingin mengejar mimpinya di bidang seni karena anaknya ini sangat mencintai keindahan, harmoni, dan estetika. Saking cinta sama keindahan, tiap malam Tae Poong lah yang membersihkan dan menyemir sepatu ayahnya. Hiks, kok sweet sekali. Bayangkan anak laki-laki kita, tiap hening malam memilih untuk menyemir sepatu bapaknya dulu sebelum tidur. Kayak apa, ya? Bentuk pengabdian tanpa kata nggak, sih? Atau memang sedalam itu dia mencintai ayahnya.

membesarkan anak tangguh

Baca juga: Mindful Moments, Not Just Memories

Saat Validasi Menggantikan Kasih Sayang

Adalah Hyeon Jun, anak dari pengusaha kompetitornya Typhoon Family, yang hari-harinya diisi dengan persaingan. Ini dia nih biang kerok yang bikin bisnisnya Tae Poong gagal terus. Ada aja celahnya untuk menutup akses rezekinya Typhoon Family. Semua itu karena apa? Karena kemampuan Hyeon Jun tidak pernah diakui oleh ayahnya sendiri. Jadinya tiap saat dia melakukan segala cara untuk membuktikan diri.

Gaya parenting keluarga ini memang berbeda. Hyeon Jun diajarkan bahwa hidup ini adalah neraka, jika tidak bisa bertahan. Celakanya, dia tidak diajarkan bagaimana cara bertahan itu sendiri. Sehingga bisanya hanya menghadang di tengah jalan, menghancurkan yang telah dibangun oleh orang lain, demi mencapai validasi. Sayang sekali, rencana tinggal rencana. Setiap kali Tae Poong digagalkan, ia tetap bisa bangkit kembali. Dan yang tersisa tinggal amarah ayah Hyeon Jun yang makin-makin tidak mempercayainya. Sementara itu Hyeon Jun juga semakin berambisi untuk menghancurkan hidup orang lain, bahkan ayahnya sendiri.

Hyeon Jun tidak bisa menyalurkan emosinya dengan baik. Walaupun Tae Poong curhatnya sama tanaman ketika sedih dan kecewa, tapi it’s okay. Setidaknya dia bisa menyalurkan emosinya dengan sehat.

Membesarkan Anak Tangguh Bukan dengan Kekerasan

Aku suka sekali drama ini. Selain karena ceritanya dibalut dengan komedi, juga karena point of view parenting-nya cukup unik, yaitu dari sisi ayah. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para ayah di mana pun berada. Bahwa peran ayah dalam membesarkan anak tangguh, sangat sangat besar pengaruhnya. Dan membesarkan anak tangguh itu tidak selalu dengan didikan yang keras. Disiplin tentu boleh, tapi jangan sampai ia merenggut empati dan rasa gembira anak. Karena disiplin itu tentang keteraturan, bukan intimidasi.

CEO Kang Tae Poong bekerja keras bersama timnya.

Terima kasih Ayah Tae Poong, kau ajarkan aku bahwa ketangguhan bukan berasal dari didikan yang mematahkan semangat, melainkan keamanan emosional.

Hidup ini adalah taman yang penuh dengan bunga dan buah. Ayo, ayah dan ibu semua, kita berikan bibit terbaik ke anak-anak agar di musim apa pun nanti, mereka bertahan dan bisa melaluinya dengan baik.

“Setiap orang tua memiliki harapan yang berbeda terhadap anaknya. Tetapi semua pasti berharap anak kita tumbuh menjadi anak yang bahagia dan tangguh.”

– Ratna Kusumawati, M.Psi, Psikolog.

Baca juga: Mindful Parenting

Author

dzul_rahmat@yahoo.com
Mindful Parenting Blogger || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *