fbpx
Family & Parenting / Health

Bisakah Konsultasi dengan Psikolog Secara Online?

Setiap akhir bulan kerjaan saya ngecek, sudah berapa tulisan yang diposting di blog? Masya Allah, ternyata bulan ini baru ada satu!!! Padahal cita-cita sih minimal 4 tulisan per bulan atau seminggu sekali lah, ya. Aseli, bulan ini saya sibuk sekali. Sibuk menata hati dah pikiran, sampai harus konsultasi dengan Psikolog. 

Ngapain sih harus konsultasi dengan Psikolog segala? Punya masalah, tuh, curhatnya sama Allah!

Ok, baiiiik.

Setiap orang punya pendapat masing-masing soal iya atau nggakkesehatan mental. Semua orang juga menyadari bahwa Allah adalah tempat kita meminta segala sesuatu. Tapi, curhat pada-Nya kita sampaikan melalui ibadah dan doa-doa. Sementara selain berdoa, Allah juga memerintahkan kita untuk berusaha. Jadi, pendapat di atas sudah nggak perlu dipermasalahkan lagi, ya. 

Buibu sudah pernah konsultasi dengan Psikolog? Atau baru mau mencobanya? Banyak orang enggan menemui psikolog karena merasa malu, takut dengan pandangan negatif orang lain, atau bahkan takut dengan kenyataan tentang dirinya sendiri. Ada juga yang terkendala dengan biaya.

Biaya konsultasi dengan psikolog memang mahal. Tapi, ya, nggak mahal banget. Dan kalau dilihat dari segi manfaat yang didapatkan setelah sesi konsultasi, harganya menjadi pantas. Sangat pantas. 

Suatu kali saya merasa kelelahan secara emosional. Lelah. Banget. Saya nggak bisa ceritain ini kepada keluarga ataupun teman. Karena merasa mereka bukan orang yang tepat untuk ini. Tapi di lain sisi, saya butuh banget seseorang untuk diajak bicara, kalau bisa sekalian ngasih solusi dari masalah yang sedang saya hadapi. Nggak apa-apa deh kalau saya harus keluar uang. 

Ya, siapa lagi yang paling cocok dengan kriteria di atas kalau bukan Psikolog, kan? Jadi, saya langsung menghubungi klinik psikologi yang biasa saya datangi untuk ngecek tumbuh kembang anak saya. Kalau nggak salah saya pernah lihat ada praktik psikolog dewasa juga. Eh, ternyata beneran ada. 

Alasan ke Psikolog

Sebenarnya kita nggak perlu alasan yang gimana-gimana untuk mengunjungi Psikolog. Dalam keadaan baik-baik saja pun boleh, anggap saja kayak lagi Medical check up gitu, deh. “Baik-baik saja” itu kan menurut kita. Syukur Alhamdulillah kalau memang seperti itu adanya. Tapi, bisa jadi juga setelah mental health checking malah ada sesuatu yang perlu menjadi perhatian. 

Apalagi kalau sudah mulai ada perasaan aneh yang nggak biasa. Seperti cemas, sering sedih, suka marah, lelah hati, perasaan hampa dan sebagainya, ini sudah WARNING. Kalau kita menyadari perubahan pada diri kita, itu pertanda naik. Artinya kita tahu bagaimana seharusnya bersikap, tapi nggak bisa control-nya. Makanya kita butuh bantuan. Tapi jangan juga menyamakan atau mencocokkan gejala-gejala yang dialami dengan berbagai artikel di internet. Nanti jatuhnya jadi Self-diagnose yang belum tentu benar. 

Kita juga bisa ke Psikolog untuk konsultasi terkait pengembangan diri, karier, relasi, pendidikan dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan psikologi seseorang. Jadi bukan melulu soal “gangguan” pada kesehatan mental, ya. 

Cara Konsultasi dengan Psikolog

Untuk bisa berkonsultasi dengan Psikolog, Buibu bisa cari terlebih dahulu klinik yang ingin dikunjungi. Silakan search klinik psikolog di google, akan banyak banget yang keluar. Atau nanti saya akan kasih rekomendasi deh, ya. Makanya baca sampai selesai tulisan ini. 

Hubungi nomor telepon klinik tersebut dan tanyakan layanan yang tersedia. Biasanya sih selalu ada layanan konsultasi Psikolog. Tanyakan juga daftar nama Psikolog dan jadwalnya. Jangan lupa tanyakan harga juga.

Kalau Buibu fix mau konsultasi, minta Admin klinik untuk menjadwalkannya. Setelah itu lanjut ke proses pendaftaran, Buibu mungkin akan diminta untuk mengisi form data diri dan menyampaikan keluhan di form tersebut. Kolom keluhan sifatnya opsional, jadi boleh diisi, boleh nggak. Mau isi singkat saja pun boleh.

Sebelum jadwalnya, Buibu akan diminta untuk mentransfer biayanya (jika konsultasi dilakukan secara online). Atau bisa juga bayar langsung di tempat jika konsultasi dilakukan secara tatap muka. 

Silakan luangkan waktu jika jadwalnya sudah tiba. Sampaikan kepada Psikolog, apa yang sedang dirasakan saat ini. Anggap saja lagi curhat sama teman, jangan malu-malu. 

Biaya Konsultasi Psikolog

Tempat saya konsultasi dengan Psikolog adalah di Mentari Anakku, sebuah Klinik Psikologi dan Pusat Terapi Anak yang dekat dari rumah saya terdahulu. Karena sekarang saya sudah pindah, mau ke Klinik jadi jauh. 

Karena sudah pernah konsultasi bahkan terapi anak di klinik ini, saya sudah ikrib sama Admin (hihi, canda Gengs). Pertama saya tanya jadwal dan harganya dulu sebelum memutuskan untuk jadi konsultasi atau nggak. 

Baca juga : Terapi Sensori Integrasi di Mentari Anakku

Biaya konsultasi Psikolog anak maupun dewasa, sebesar Rp 375.000 per sesi (60 menit) ditambah biaya administrasi Rp 30.000. Terus saya mikir dong, ini biayanya lumayaaan gede. Haha. Tapi di daftar biayanya itu ada konsultasi online juga, baik melalui video maupun audio. Yang audio (via voice call) paling murah, yaitu Rp 165.000 ditambah biaya administrasi Rp 40.000. Jadi totalnya Rp 205.000. Wah, jadi deh nih saya booking!

Saya dijadwalkan bisa konsultasi seminggu kemudian. Waduuuh, ini udah resah banget disuruh nunggu seminggu. Haha. Tapi ya sudah, saya tahan dulu sambil banyak berdoa semoga dilancarkan hari-hari saya sampai seminggu kemudian.

Sehari sebelum jadwal konsultasi, admin mengirimkan pesan untuk melakukan pembayaran sejumlah yang sudah ditentukan. Setelah mentransfer, admin memberikan saya nomor WhatsApp Psikolognya. Jadi saya tahu nomor psikolog yang akan menghubungi saya besoknya. 

Di hari H, Psikolog menghubungi saya tepat di waktu yang dijadwalkan. Sesi konsultasi berlangsung selama 60 menit. Sebelum mengakhiri sesi, Psikolog memberikan kesimpulan dan menyarankan sebuah solusi. 

Manfaat Konsultasi dengan Psikolog

Nggak menyangka ternyata saya menjadi salah satu pasien di klinik Psikologi. Tapi bagi saya ini lebih baik daripada saya terus memendamnya sendirian. Rasanya seperti ada energi tertahan yang akhirnya keluar dan bikin lega. Dengan solusi yang ditawarkan oleh Psikolog, saya juga jadi bisa merencanakan langkah selanjutnya untuk mengatasi masalah saya.

Setiap orang tentunya akan merasakan manfaat yang berbeda-beda. Tapi saya yakin pasti ada dampaknya walau sedikit. 

Yang saya suka dari sesi konsultasi ini adalah rahasia aman terjaga. Karena seorang Psikolog telah disumpah untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diketahuinya, serta terikat dengan kode etik. Selain itu Psikolog juga bersikap netral. Hanya karena saya adalah pasien yang membayar jasanya, bukan berarti saya jadi sangat dibela dan ikut menyalahkan sesuatu atau mungkin seseorang yang menjadi penyebab masalah saya. Justru Psikolog membantu saya untuk berpikir lebih terbuka dengan berbagai kemungkinan. 

Saat saya emosional, yang dilakukan agar saya tenang adalah memvalidasi emosi saya. Saya merasa didukung dengan cara yang belum pernah saya alami sebelumnya. Dan ini sungguh melegakan. 

Sesi konsultasi saya waktu itu dengan Anggita Hotna Panjaitan, M.Psi.,Psikolog, Psikolog Dewasa lulusanS1 Psikologi Unika Atma Jaya dan S2 Psikologi Klinis Dewasa Universitas Indonesia. Karena beliah adalah seorang ahli, jadi ya memang ahli banget sih kasih penanganannya. Insya Allah nanti mau lanjut lagi konsultasinya sama Mbak Gita.

Kalau Buibu merasa perlu untuk konsultasi dengan Psikolog, saya bisa rekomendasikan Klinik Mentari Anakku. Silakan chat admin Instagramnya di @mentarianakku

Semoga sehat selalu, ya, Buibu. Alhamdulillah karena pengalaman harus ke Psikolog, bulan ini saya jadi posting 2 tulisan. Hehe.

Author

dzul_rahmat@yahoo.com
Mindful Parenting Blogger || dzul.rahmat@gmail.com

Comments

October 31, 2022 at 4:21 pm

Kenapa ya harga online nya jauh lebih murah daripada pas harus ketemu langsung, hehe. Sekarng ini kesehatan mental harus dijaga banget memang, sebelum masalah itu diumbar ke FB, eh jadi pengen ngasih artikel ini ke seseorang deh.



October 31, 2022 at 9:16 pm

Kalo menurut saya gak ada salahnya konsultasi dengan psikolog karena kadang2 kita butuh orang lain untuk membuat kita lebih bisa melihat diri kita dan menemukan solusi malah bisa membuat kita lebih jernih untuk melangkah lebih dekat kepada Sang Pencipta. Asyik ya kalau bisa konsultasi online. Lebih terjangkau pula biayanya.



November 1, 2022 at 9:55 pm

Manusia memang butuh maintenance yaa..
Kala sedih yang mendadak bisa datang dan gak tau kudu cerita ke siapa, datang ke tenaga ahli seperti psikolog bisa menjadi jalan keluar. Tapi sebenernya aku pingin banget konsultasi pernikahan gitu yaa.. Hehhe, jadi gak mau sendiri, maunya sana ayang bebh.. Apakah ada di Klinik Mentari Anakku?



November 1, 2022 at 11:04 pm

Nggak ada salahnya jika kita berkonsultasi dengan psikolog ya mbak
Apalagi sekarang konsultasi dengan psikolog makin mudah
Bisa dilakukan secara online seperti ini



November 1, 2022 at 11:08 pm

Wah aku jadi tahu range harga kalau kita konsul ke psikolog mbak, ternyata ada biaya adminnya ya. Tapi masih murah jika kita konsul via VC hanya 165 K saja, ehh tapi masih harus sabar menunggu 1 minggu ke depan ya mbak. Gpp sih, kalau ternyata setelah konsul kita jadi plong dan perlahan masalah satu persatu terbantu ya mbak. Belum lagi psikolognya sudah berpendidikan S2 semakin tenang jadinya konsul ke klinik @mentarianakku



November 2, 2022 at 3:59 pm

Manusiawi banget ketika kita punya masalah ingin segera mendapatkan solusi. Dan ketika mendapatkan kepuasan setelah konsultasi, rasanya sudah pasti bahagia. Dan emang paling aman cerita2 dg psikolog ya, mak.

Sehaat2 selalu untuk kita semuaaa.



November 2, 2022 at 7:08 pm

Semoga selalu sehat2 ya mba .. dan bisa lebih menenangkan dlm situasi apapun..

Boleh juga nih Klinik Mentari Anakku buat rekomendasi,, bisa mngeluatkan uneg2 yg ada



November 2, 2022 at 7:57 pm

Semoga sehat selalu ya Mbak
Aku penah jadi pasien psikolog juga saat bayi pertamaku meninggal dunia di usia 13 hari…Dan rasanya ringan setelah beberapa kali konsultasi. tentu berkat doa dan dukungan keluarga besar juga.



Era
November 2, 2022 at 8:28 pm

Alhamdulillah sekarang orang sudah aware dengan isu mental health dan pentingnya bicara pada psikolog ya. Online atau offline tak masalah sih, yang penting ada yang menjadi tempat untuk bersandar dan berdiskusi sehingga menemukan solusi. Minimal ada yang mendengarkan keluh kesah.



November 2, 2022 at 9:11 pm

Iya bener juga, saat kita merasa baik-baik saja, belum tentu di dalam jiwa kita bener-bener sehat ya, Mbak.
Ahh aku tuh sebenernya juga butuh psikolog, soalnya suka marah-marah ke anak-anak. Hahaha.
Tapi cari waktunya yg susah. Ada bayi yg tiap waktu gak tentu bisa minta perhatian. Hihi.
Btw makasih rekomendasinya, Mbak. Siapa tahu besok-besok aku butuh :)



    November 5, 2022 at 8:29 pm

    Banyak orang ke Psikolog Anak dan mengeluh kewalahan dengan sikap anaknya. Tapi jarang orang tua yang lebih dulu ngecek dirinya sendiri ke Psikolog dewasa. Menurutku Mbak sudah one step ahead karena menyadari butuh Psikolog. Semoga Mbak Diah bisa menemukan solusinya, ya.



November 2, 2022 at 9:35 pm

Dulu banget aku juga datang ke Psikolog, pas down gak punya anak. Psikolognya memang temen sendiri, jadi lebih nyaman. Habis itu baru menyepi ke pesantren dan banyakin ibadah. Ploong banget. Biarpun hujatan masih terdengar sana sini, jadi lebih tenang dan bisa mengontrol emosi.



November 2, 2022 at 9:42 pm

Aku juga pernah ke psikolog tapi dapatnya yang nggak asyik, abis itu sungkan pergi ke psikolog lagi. Enak juga sih kalau ada yang online by call ya, jadinya pasti psikolognya suka bicara dan enak curhat nggak keliatan muka, jadi nggak liat muka kita memerah. Makasih tuk berbagi kita emang butuh orang untuk bicara, setidaknya bisa memperluas pola pikir dalam menghadapi masalah.



November 5, 2022 at 4:47 am

Aku tipikal yg sulit menyampaikan sesuatu Mba, suka mendem. Apa bisa curhat ke psikolog ya. Padahal ya ngerasa aja sih kesehatan mental ku perlu penanganan tapi memang dasarnya sulit ngomong kalo. Kalo online by text gak ada ya Mba? Hehe



    November 5, 2022 at 8:24 pm

    Sepertinya belum ada Mbak yang online teks. Kalau mau, Mbak bisa ceritakan semuanya di form pendaftaran bagian “keluhan”. Meskipun kita orangnya nggak bisa mengungkapkan perasaan, tapi Psikolog akan punya caranya sendiri Mbak agar kita bisa berbicara. Silakan dicoba dulu, ya. Mudah-mudahan bisa ditangani dengan baik. Semangaaat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *