Review Travelodge Harbourfront Hotel Singapore
Assalamu’alaikum. Aku mulai menulis ini pada jam 03:30 waktu Singapore, di Travelodge Harbourfront Hotel yang terletak di tepi Telok Blangah Road. Kalau kamu tahu Vivo City (mall transit Sentosa Island), posisi hotel ini berada di seberang mall tersebut. Jam segini kukira orang-orang tengah menikmati waktu istirahat. Tetapi, sepertinya Singapore tidak benar-benar tidur. Dari jendela di belakang tempat tidurku masih terlihat lalu lintas kendaraan di jalan raya. Jendela itu amat besar, aku sengaja tidak menutup tirainya karena terlalu suka dengan view-nya.

Ini adalah malam pertamaku di Singapura. Entah mengapa aku merasa gelisah dan selalu terbangun. Ini sudah kedua kalinya aku membuka mata dengan harapan pagi telah menjelang. Setelah melihat jam, ternyata aku baru tidur 1-2 jam. Aku putuskan untuk bangun dan berwudhu, dilanjutkan dengan melaksanakan sholat sunnah dan tilawah.
Waktu subuh belum juga datang. Apakah aku terlalu excited karena bisa ke Singapura lagi setelah sekian lama? Tadi siang, setiba di terminal 4 Changi International Airport, aku seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak ke taman hiburan. Senang luar biasa.
Hotel Strategis, Dekat Stasiun dan Halte
Setelah puas berkeliling ke semua terminal di Changi Airport, aku berangkat ke Telok Blangah Road dengan moda transportasi MRT. Dari terminal 2 Changi, aku memilih rute East West Line ke Outram Park yang transit di Tanah Merah, lalu lanjut ke stasiun Harbourfront via North East Line.
Menurut petunjuk Google Maps, Travelodge Harbourfront Hotel hanya berjarak 350 meter dari stasiun Harbourfront via exit D. Dan benar saja, belum sampai 4 menit aku berjalan kaki sambil menyeret koperku, gedung hotel ini sudah nampak dari kejauhan. Alhamdulillah, aku sudah tiba di persinggahan pertamaku.

Nggak salah kalau lokasi hotel ini dibilang strategis. Bukan hanya dekat dengan stasiun MRT, halte busnya bahkan bisa terlihat dari depan hotel. Dan untuk berpesiar ke Sentosa Island, bisa ditempuh dalam 30 menit saja melalui Vivo City Mall yang gedungnya tepat ada di seberang jalan.

Tipe dan Fasilitas Kamar Travelodge Harbourfront Hotel
Liburanku kali ini berdurasi 5 hari 4 malam bersama temanku, Mardiah. Mungkin kalian pernah dengar namanya? Aku pernah cerita sedikit tentangnya di tulisanku, Blogger Favorit Aifalogy. Kalau penasaran siapakah dia, silakan cek akun instagram @mardiaheyyy.
Mardiah yang mengatur semua itinerary dan booking hotel selama di Singapura. Ia memesan kamar tipe twin bed di Travelodge untuk 2 malam. Aku tak menyangka dia memesan kamar dengan view ke Sentosa Island.

Begitu masuk kamar, aku langsung terperanjat senang melihat jendela besar yang berada di belakang dua buah tempat tidur. Kamar dengan konsep modern minimalis ini memiliki sebuah meja yang memisahkan kedua tempat tidur. Sudah tersedia welcome snack di sana, yang berada di antara pesawat telepon dengan kotak tissue.
Di sisi lain terdapat meja kerja dengan sebuah lampu minimalis yang bisa diatur tingkat kecerahannya. Dilengkapi kursi kerja beroda yang nyaman, tapi nggak makan tempat. Di meja ini lah Mardiah biasa menghabiskan makanan dan camilan. Sementara aku menggunakannya untuk membaca.

Kamar ini memiliki sebuah wastafel yang air kerannya aman untuk diminum. Wastafel terhubung dengan meja dan laci tempat amanities dan toiletries berada. Di bagian bawahnya, ada sebuah kulkas kecil tempat aku bisa menaruh minuman. Di sebelah kulkas terdapat safety box dan laci berisi hairdryer dan sleeper. Lalu di atasnya lagi ada tempat terbuka untuk menggantung pakaian. Semuanya serba minimalis tapi lengkap sekali. Termasuk colokan listriknya ada banyak, yang terdiri dari colokan jenis Asia dan port USB. Jadi kalau mau charge hape bisa langsung colok ke USB port-nya saja. Senangnyaaaa 😍
Next, toilet dan kamar mandi. Kedunya berada di dekat pintu masuk. Dindingnya terbuat dari kaca tebal dengan laminasi doff sehingga tidak tembus pandang. Kelihatannya kamar mandi dan toilet ini menyatu. Tapi sebenarnya mereka terpisah. Jadi kalau sekamar dua orang, yang satu mau mandi, satunya lagi mau buang air, bisa barengan. Tapi, aku sih memilih untuk nggak barengan, karena hmmm apa, ya. Agak awkward aja 😆

Dari semua fasilitas yang kusebutkan, aku langsung mencoba kasurnya yang terlihat comfy. Bukan yang empuk banget kayak di hotel bintang lima, tapi aku merasakan kenyamanan di sini. Terbukti setelah menggunakannya 2 malam, ketika bangun tidur badanku rasanya segar anti pegal-pegal. Pertanda tidurku berkualitas meski sempat gelisah di malam pertama. Sayangnya, buatku kasurnya ini tinggi banget, lho. Mungkin setinggi meja makan di rumahku. Jadi untuk naik kasur aku perlu berjinjit dan memanjat. Aku sempat oleng saat bangun tidur, nggak biasanya harus turun setinggi itu dari kasur. Hampir saja aku terjatuh. Huhu.
Lantai di kamar ini terdiri dari 2 jenis. Di area tempat tidur menggunakan lantai kayu (entah kayu betulan atau yang model pvc). Dan area wastafel menggunakan lantai keramik. Ketika AC dinyalakan, lantai keramiknya jadi dingiiiin banget. Sementara di area yang menggunakan lantai kayu, lebih hangat. Jujur saja, AC di hotel ini terasa dingin sekali untukknya. Untungnya Mardiah merasakan hal yang sama, jadi nggak masalah kalau AC dimatikan. Haha. Pernah semalaman kami tidur nggak pakai AC dan masih dingin sampai subuh, lho.
Fasilitas Hotel Travelodge Harbourfront
Kalau tadi sudah kubahas fasilitas yang ada di kamar, sekarang kita keluar, yuk. Aku mau menunjukkan fasilitas hotelnya, nih.
Lobby
Modern minimalis adalah konsep desain hotel ini, dimulai dari lobby-nya. Lobby di lantai 1 terdiri dari resepsionis yang menyatu dengan restoran. Jadi, bagian depannya adalah resepsionis, belakangnya tuh tempat tamu bisa ambil sarapan kalau pagi. Tiap sisi ruangan terdapat meja kursi untuk makan, atau untuk bekerja. Lalu di depan resepsionis ada open minimarket, menjual macam-macam camilan, souvenir sampai kacamata renang. Ini self service, ya, tinggal ambil dan bayar di resepsionis.

Cafe and Resto
Selain meja makan yang ada di dalam ruangan, Travelodge menyediakan cafe and resto di bagian teras yang dikelilingi dengan tanaman sejenis palem. Dilengkapi meja kursi minimalis, sofa, sampai meja kursi tinggi seperti di bar. Ada satu tenda kecil yang menambah kesan santai dan dinding mural wisata khas Singapura di sisi kiri yang estetik. Sarapan di sini lumayan banyak angin, tapi suasananya asyik, sih. Kalau kamu beruntung, ada burung-burung yang ikut nimbrung sarapan :)


Oh ya, ada vending machine juga untuk jajan minuman kalau mau yang lebih variatif dari minuman hotel.
Breakfast
Kamarku sudah include sarapan yang dibuka mulai jam 7-10 pagi. Setiap kali aku selalu turun ke lantai 1 di atas jam 8 dan menunya sudah mau habis. Haha. Menu sarapannya standar, nggak terlalu banyak pilihan. Hari pertama aku coba mie goreng yang ternyata rasanya nggak sesuai sama lidahku. Haha. Jadi aku cari aman aja, makan roti, sereal atau kentang goreng. Alhamdulillah, daripada cari sarapan di luar, yaaa.

Kolam Renang
This is the best part. Sebelum berangkat, aku cek dulu kan fasilitas hotel ini dan ternyata ada kolam renangnya. Whaaaa, senang sekaliiii. Dalam daftar barang bawaanku memang sudah ada baju renang untuk Kayaking. Karena ada kesempatan untuk berenang di Travelodge, akhirnya kutambahkan kacamata renang dalam packing list :)
Kolam renang ada di lantai 6, terbentang di antara dua bangunan hotel. Di tepi kolam berjajar kursi santai yang dilengkapi dengan payung portable. Handuk disediakan di dekat kamar bilas, yang juga menyediakan tempat untuk menaruh handuk kotor. Terdapat ruang bilas dengan fasilitas lengkap. Ada toilet, wastafel, shower dengan air dingin atau panas dan pengering rambut.

Hanya aku dan Mardiah yang mengunjungi fasilitas ini. Rasanya seperti private pool dan bisa renang sepuasnya. Kedalaman kolam 1,2 meter, cocok banget untukku yang baru belajar renang. Kolamnya bening banget, masya Allah. Jauh banget sama kondisi air di tempat aku biasa latihan. Haha, ya iya laaah.

Kolam renang dibuka pada pukul 7 pagi sampai 7 malam.
Spin Room
Setelah berenang, tentu baju basah dooong. Tamu bisa memanfaatkan ruangan mencuci dan keringkan baju yang ada di spin room. Di sini ada mesin cuci, mesin pengering, sampai setrikaan. Tapi aku nggak cuci baju di sini karena beli koinnya tuh SGD 10 masing-masing untuk sekali cuci dan mengeringkan. Huhu, skip.
Express Checkout
Untuk checkout hotel, caranya nggak perlu ribet apalagi antri. Karena Travelodge Harbourfront Singapore menyediakan Express Check-out Box. Jadi, tinggal masukkan saja kuncinya ke dalam kotak yang ada di tepi meja resepsionis. Selesai.

Oh ya, di sini juga tersedia tempat untuk menitipkan koper, ya. Bisa dimanfaatkan untuk menyimpan koper secara mandiri untuk sementara, sebelum waktunya check-in atau sesudah check-out. Aku nggak titip koper di sini, karena waktu datang sudah bisa check-in dan setelah check-out langsung angkut koper ke hotel berikutnya.
Kesan-kesan Menginap di Travelodge Harbourfront Singapore
First impression-nya : suka banget!! Hotelnya keren, artistik dan bersih banget. Kamarnya memiliki jendela yang luas dan puas dengan view-nya yaitu Vivo City dan Sentosa. Kamarnya nyaman, ukuran cukup luas dan semua fasilitas kamar berfungsi dengan baik. Selain itu kondisi hotelnya bersih banget.
Karena semuanya serba self service, jadi aku nggak pernah berinteraksi dengan staff hotelnya. Haha. Tapi kelihatannya sih mereka ramah dan helpful.
Yang paling kurindukan dari Travelodge Harbourfront Singapore adalah kolam renangnya. Semoga next time bisa menginap lagi di sini, bersama anakku :)

Thank you Travelodge Harbourfront Singapore for your excellent service.