fbpx
Family & Parenting

Kisah Pindah Sekolah Lagi

Anakku pindah sekolah lagi. Sehingga selama jenjang SD, ini adalah sekolah ketiga baginya. Sekolah pertama, masuk SD Islam swasta di daerah rumahku yang lama. Sekolah kedua SD Islam lagi, pindah dengan alasan kami pindah rumah. Lalu sekolah yang ketiga sekarang, sekolah informal. 

Anakku sekarang kelas 6, bagi orang lain mungkin ini tuh ‘tanggung’ gitu ya. Ngapain pindah, tinggal setahun lagi kok. Apalagi pindahnya nggak sekolah Islam lagi, sayang dong nanti hafalannya? Dan pas aku update soal kepindahan ini, banyak banget yang tanya alasannya. 

Niatnya Cari Sekolah SMP

Well, kayaknya aku nggak akan spesifik di alasannya, ya. Fun fact-nya adalah, sebenarnya waktu itu aku lagi cari sekolah SMP. Karena sekolah swasta biasanya akan buka pendaftaran beberapa bulan setelah tahun ajaran baru dimulai. Jadi sebelum masa itu datang, aku mulai lah cari-cari.

Di sekolah yang kami datangi saat open house, kepala sekolahnya sendiri yang melakukan presentasi kepada calon wali murid. Kurang lebih di sekolah ini metodenya project based learning dan menitikberatkan pada pemahaman konsep. Jadi bukan yang hafalan-hafalan gitu, ya. Dan ada yang namanya pembelajaran terpersonalisasi. Jadi guru akan menyesuaikan cara belajar siswa. Hhmm… menarik!

Alih-alih menunggu setahun lagi untuk jadi siswa SMP di sekolah ini, aku kepikiran agar anakku pindah di kelas 6 saja. Setelah berdiskusi dengan suami dan anak, akhirnya keputusan pun dibuat.

Oh ya, anakku juga mengikuti trial class, benar-benar ikut belajar di kelas saat hari sekolah. Dia punya waktu 1,5 jam, tapi di kelas kata gurunya anakku request perpanjangan waktu. Haha! 

pindah sekolah

Suasana hati setelah trial class

Diskusi Keluarga

Dari sisi kami sebagai orang tua, persoalan yang muncul adalah apa? Tentu saja biaya. Awalnya galau sedikit. Tapi dipikir-pikir biaya daftar ulang, kas kelas dan wisuda nanti (iya di sekolah lama ada wisuda SD) hampir sama dengan biaya masuk sekolah baru. SPP juga beda sedikit aja dan di sekolah yang baru ini nggak ada bayar kas ataupun pembayaran lain-lain lagi kecuali ekstrakulikuler.

Dari sisi anak, dia agak sedih harus berpisah dengan teman-teman. Tapi jumlah teman dekatnya nggak terlalu banyak sih, dan rumah mereka juga nggak jauh dari rumah kami. Sesekali masih bisa berkunjung. Dan untungnya dia nggak keberatan jika harus adaptasi dengan sekolah baru.

Anakku suka dan merasa nyaman dengan metode belajarnya di kelas yang lebih kecil dan jumlah siswa yang lebih sedikit. Dan karena fasilitas kelasnya juga kekinian kali ya, jadinya dia senang banget berada di sekolah. 

Setelah mendaftar di bulan April, anakku tiap hari bertanya, “Kapan pindah sekolahnya?” Haha ya ampun ada yang nggak sabar, nih!

Pindah Sekolah

Dan akhirnya tahun ajaran baru pun dimulai. Anakku memulai hari barunya dengan semangat seperti mau pergi liburan. Surprisingly, pulang sekolah dia nggak berhenti cerita tentang kegiatannya selama di sekolah. Aahhh, aku rindu sekali masa-masa ini. Karena 2 tahun terakhir, anakku sudah nggak lagi bercerita. Entah karena sudah nggak ada lagi yang menarik, atau memang nggak mau cerita aja. Yang ada pulang sekolah seringnya uring-uringan karena capek secara fisik dan mental.

Alhamdulillah, semoga tetap semangat setiap harinya. Doakan lancar ya untuk sekolah anakku. 

Ada yang pernah juga pindah sekolah di akhir tahun seperti anakku? 

Author

dzul_rahmat@yahoo.com
Mindful Parenting Blogger || dzul.rahmat@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *